Wednesday 26 August 2015

kisah sukses warren buffet sang investor dan trader handal


Warren Buffet yang bernama lengkap Warren Edward Buffet lahir di Ohama, Nebraska, AS  pada tanggal 30 Agustus 1930. Ia merupakan tokoh yang sangat hebat. Ia bahkan dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 2 di dunia versi majalah Forbes pada tahun 2005 setelah Bill Gates. Ia adalah salah satu investor dan pengusaha tebaik dunia. Di tahun 2007, kekayaan Buffet naik US$ 10 miliar menjadi US$ 62 miliar dari sebelumnya US$ 52. Nilai kekayaannya setara dengan Rp.570 triliun. Kekayaan ini dihitung berdasarkan sahamnya di perusahaan dan asset yang dimilikinya.
Untuk menjadi sukses, langkahnya tidaklah mudah. Namun, langkah bisnis yang dijalankannya sangatlah cerdik sehingga ia selalu diburu oleh para wartawan maupun perseorangan. Bahkan banyak yang mengangkat kisah sukses dari investor terbaik dunia ini menjadi sebuah buku.
Di tahun 1951-1954, Buffet mendapatkan gelar Master seusai menempuh studinya di Columbia Graduate Business School. Setelah itu, ia bekerja sebagai salesman investasi di Omaha. Setelah mendapatkan gelar kehormatan dari warga Omaha, ia pun pindah ke New York dan bekerja sebagai analis sekuritas di Graham Newman Coorporation. Setelah banyak berkonsultasi dengan orang yang dianggapnya sebagai guru pasar modal, Buffet kembali ke Omaha untuk mengelola dana milik orang-orang kaya di sana. Perusahaan yang dibangun dengan modal US$ 100 ini akhirnya dijual dan dibubarkan padahal para investornya tersenyum puas karena mampu mengantongi keuntungan 30,4 persen per tahunnya.
Namun, meski perusahaannya dijual dan ditutup, Buffet tidak berdiam diri; ia tetap bekerja dan berupaya untuk meraih kesuksesan, sehingga akhirnya pada tahun 1965 ia membeli saham Berkshire Hartawaydengan harga US$ 8 per lembar. Setelah mengelolanya selama 3 tahun, ia berhasil menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut. Keuntungan yang diperoleh tidak dibiarkan menjadi dana tentang; ia menginvestasikan uang perusahaan dengan membeli utilitas, perusahaan permata, perusahaan asuransi, serta makanan melalui Berkshire Hartaway.
Di tangan Warren Buffet, perusahaan terus mengalami kemajuan. Para pemegang saham dapat tersenyum karena selama lebih dari 34 tahun mereka dapat memperoleh tingkat pengembalian tahunan sekitar 24,7 persen. Kini, setelah 46 tahun saham Berkshire Hartaway mengalami perkembangan yang sangat pesat bahkan harga saham untuk kelas A sempat mencapai US$ 150.000 per lembar saham.
Pria yang sederhana dan dermawan
Walaupun menjadi salah satu investor terbaik dunia, Buffet tetap bersikap rendah hati dan sederhana. Pria yang bersahabat baik dengan Bill dan Melinda Gates ini tinggal di kawasan Dundee, Omaha yang dibelinya di tahun 1958. Dengan harta yang melimpah tentu ia bisa hidup mewah namun, ia memilih untuk hidup sederhana di rumahnya tersebut. Majalah Adbuster menyebutkan untuk ber-glamour ria, ia hanya memiliki dua jet pribadi dan satu Yatch mewah. Kemewahan ini sangat kalah jauh dibandingkan kemewahan pebisnis dan pesohor lain yang berada di bawahnya.
Buffet pun juga tak ingin anak-anaknya hanya mengandalkan kekayaan orang tuanya. Oleh karena itu Buffet pun tidak berkeinginan untuk mewariskan kekayaannya kepada anak-anaknya. Ia ingin kelak anaknya sukses atas usahanya sendiri. Buffet pun berencana menyumbangkan kekayaannya sebesar 85 persen untuk yayasan amal milik Bill Gates. Di tahun 2006, investor terbaik dunia ini pun mendonasikan 10 juta sahamnya kepada Gates Foundation. Dari sumbangannya tersebut, sumbangan Buffet tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah Amerika.
Buffet pun juga tak pernah mendapat pengawalan ketika bepergian. Walaupun ia juga sering menikmati hidangan terbaik di berbagai belahan dunia, ia lebih memilih menu burger dan kentang goreng dengan minuman dingin. Buffet berharap  tindakannya ini membuat orang kaya yang berlimpah harta untuk saling berbagi dan cinta terhadap sesama. Buffet mengaku sudah cukup puas dengan apa yang dimilikinya saat ini. Menurutnya orang yang sudah mati tidak akan membawa harta dan sebenarnya masalah bagi orang kaya adalah di saat mereka tua dan sudah tidak berada pada masa kejayaannya  maka mereka tidak punya waktu lagi untuk beramal. Buffet pun merasa beruntung karena ia masih bisa berbagi dengan sesama.
Strategi bisnis sederhana, anti-spekulasi
Strategi bisnis yang diterapkan oleh Warren Buffet sangatlah sederhana. Ia tidak mau ambil pusing dengan beredarnya rumor di kalangan investor saham. Buffet justru lebih fokus terhadap perusahaan yang memiliki potensi untuk berkembang namun, juga masih berharga untuk dibeli. Ia bukan seorang spekulan saham.
Seorang spekulan saham biasanya akan melakukan pembelian saat harga saham sedang rendah kemudian menunggu kapan harga tinggi, setelah harga saham tinggi barulah ia menjualnya. Spekulan saham lebih fokus bermain dalam jangka pendek dan keuntungan yang didapatnya berasal dari harga jual yang dikurangi harga beli. Robert T Kiyosaki menyebut investor jenis ini bukanlah investor yang melakukan investasi namun lebih mirip penjudi di pasar saham (spekulan). Spekulan bahkan bisa membeli saham di pagi hari dan menjualnya kembali di sore hari.
Warren Buffet memiliki pemikiran yang berbeda. Investor terbaik dunia ini melakukan investasi dalam jangka panjang dan tidak melakukan transaksi jual-beli dalam jangka pendek. Saat Buffet ingin membeli saham sebuah perusahaan, ia akan melihat cerobong asap perusahaan apakah masih mengepul atau tidak. Baginya itu merupakan suatu tanda apakah perusahaan tersebut masih eksis dan operasional. Buffet hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang bisnis atau produknya dikenal baik. Prinsip yang ia terapkan adalah membeli bisnis, bukan membeli saham. Buffet membeli saham Coca Cola dan tidak pernah menjualnya walaupun sahamnya sempat anjlok di tahun 1998-1999. Ia melihat trend jangka panjang dan tetap mempertahankan saham Coca Cola hingga saat ini.
Hall inilah yang membuat Bufffet tidak mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom yang booming di tahun 2000 an. Semua orang di pasar saham beramai-ramai membeli saham dotcom namun Warren Buffet tidak ikut-ikutan bahkan ia ditertawakan karena tidak membeli saham dotcom. Namun sekarang, justru ialah yang tertawa paling akhir karena sebagian saham investasi tersebut hangus. Buffet tidak mengenal bisnis dotcom dan karena itulah ia memutuskan tidak berinvestasi di sana. Lagipula, Buffet bukanlah investor yang ikut-ikutan saja namun, sebelum membeli ia memiliki pertimbangan tersendiri.
Pengikut ahli strategi
Dalam berinvestasi, Buffet mengikuti strategi dari orang yang dianggapnya mahaguru yaitu Benjamin Graham dan Philip Fisher. Kedua tokoh ini memiliki karakter investasi yang berbeda. Graham menekankan pada kriteria kuantitatif sedangkan Fisher lebih menekankan pada kriteria kualitatif. Buffet yang cerdik menggabungkan kedua strategi tokoh tersebut. Keduanya sama-sama berfikir untuk jangka panjang dalam setiap investasi.
Seberapapun hebat kemampuan trading anda dan sesering apapun anda mendapat profit namun, anda tidak akan berhasil apabila tidak ditunjang dengan kemampuan saving money yang baik. Sebaiknya anda sisihkan sebagian profit anda untuk berjaga-jaga bila terjadi kesalahan karena kebanyakan trader biasanya mengalami kegagalan karena tidak memiliki modal cukup untuk menanggung kesalahan yang mereka buat. Itulah kisah dari Warren Buffet yang sukses. Semoga kisahnya dapat menginspirasi kita. Marilah kita tiru semangat dari Warren Buffet yang pantang menyerah.
sumber :
http://www.analisaforex.com/
http://www.biography.com/

kisah george soros trader handal


Jika ada seseorang yang sangat ahli dalam hal bisnis mata uang maka dialah George Soros. Terlahir dengan nama Lengkap György Schwartz, George Soros (Shorosh) dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1930 di Budapest, Hungaria. Ia juga dikenal sebagai György Schwartz seorang spekulan keuangan, investor saham, dermawan dan seorang aktivis politik di Amerika. Ia adalah seorang kapitalis radikal, pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, penanam modal saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan Amerika Serikat. George Soros adalah seorang Yahudi dan pernah dipenjarakan sewaktu saat Perang Dunia I.

Pria berkebangsaan Yahudi Kelahiran Hungaria ini banyak mengalami pahit getirnya kekejaman Nazi, pendudukan Sovyet dan terlunta-luntanya hidup di London, yang membentuk kepribadiannya seperti sekarang ini. Tahun 1947 meninggalkan Hungaria menuju London. Disini dia mengenyam pendidikan di London School of Economics. Pada saat itulah dia berkenalan secara langsung dengan filsuf Karl Popper, yang menulis buku berjudul ”The Open Society and Its Enemies.” Pada usia mendekati 50 tahun kekayaan George Soros mendekati US $ 100 juta, sepertiganya merupakan kekayaan pribadi. Suatu jumlah yang lebih dari cukup untuk kehidupan keluarga Soros. Dari sini mulai berpikir, apa yang akan dilakukan. Akhirnya diputuskan membentuk Open Society Institute dengan tujuan memajukan masyarakat tertutup; menjadikan masyarakat terbuka lebih mampu bertahan hidup; mempromosikan mode berpikir kritis.

Dengan yayasannya itu Soros membantu negara-negara (bekas) satelit Uni Sovyet di Eropa Timur berdiri serta negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin Beberapa berhasil tetapi ada juga yang gagal. Terakhir adalah ketika dia berkampanye untuk menentang pemilihan kembali Presiden George W. Bush tahun 2004. Seperti diakuinya, peranannya yang bagaikan seorang negarawan tanpa negara ini karena pada dirinya terdapat tiga hal. Pertama mempunyai kemampuan dalam hal mengembangkan kerangka konseptual, kedua peletak keyakinan-keyakinan etis dan politis yang teguh dan ketiga karena mempunyai banyak uang.

Selain sebagai pendiri lembaga Soros Fund Management dan Open Society Institute dan juga menjabat sebagai Direktur Utama dari lembaga Council on Foreign Relations, dia juga banyak memberi bantuan pada Partai Solidaritas Buruh di Polandia, Lembaga Kemanusiaan Charter 77 di Cekoslovakia (sekarang Rep. Ceko), dan kontribusi aktif pada suatu partai politik di Uni Soviet yang sangat berpengaruh. Dana dan organisasi dari lembaga Georgia’s Rose Revolution(lembaga ini disebut-sebut sebagai lembaga terbesar dari lembaga yang pernah didirikan) yang didirikannya juga berjalan dengan baik. Di Amerika Serikat ia juga dikenal sebagai penyumbang dana terbesar sejak era Presiden George W. Bush gagal dan terpilih kembali menjadi Presiden AS.

George Soros Sebagai Penyebab Krisis Moneter Indonesia
Perusahaan-perusahaannya di Indonesia antara lain, di Asia, George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang dan menyebabkan krisis ekonomi di Asia, beberapa negara yang paling terkena dampaknya adalah Korea Selatan, Indonesia, dan Thailand, yang menyebabkan mata uang ketiga negara tersebut menjadi rendah bahkan sampai sekarang ini terasa efeknya (dollar Amerika terhadap rupiah Indonesia dulu sekitar 2000-2400, sekarang 9000-9500). Hong Kong, Malaysia, dan Filipina juga terpengaruh tapi tidak sebesar tiga negara sebelumnya. Tiongkok, Taiwan, dan Singapura hampir tidak terpengaruh. Jepang tidak terpengaruh banyak tapi mengalami kesulitan ekonomi jangka panjang. Umumnya di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia, Soros dianggap lebih negatif sebagai kriminal ekonomi yang membuat ketidakstabilan ekonomi Asia, karena dengan jumlah simpanan uangnya yang besar mengguncang nilai mata uang Asia.

sumber:
https://www.google.co.id/

kisah Larry Page - Pendiri Google Inc



Siapa yang pernah kesulitan menemukan informasi tentang suatu hal? Jika dulu kita harus membuka banyak buku untuk menemukan informasi sulit (itupun kadang gak ketemu jawabannya), maka sekarang sudah tidak lagi. Anda tinggal buka google.com dan ketikkan kata kunci yang mau anda cari, lalu... tak sampai lima menit anda sudah disuguhi berbagai informasi yang anda cari secara lengkap. (Google kok kayak dukun ya, kalo gitu kita panggil Mbah Google aja he..he..he..)

Sebenarnya siapa sih orang dibalik suksesnya Google. Kok bisa dia membuat program yang begitucanggih bahkan tak sampai 10 tahun menjadikannya perusahaan raksasa. Bahkan mampu membayar sekian juta dolar ke seluruh orang didunia melalui program Google AdSense-nya.


Biografi Larry Page

Larry Page adalah salah satu orang yang membidani lahirnya mesin pencari terbesar di dunia yaitu Google. Bersama Sergey Brin ia membuat dan mengembangkan Google.

Larry Page lahir pada tanggal 26 Maret 1973 di Lansing, Michigan, Amerika Serikat. Ia adalah anak dari pasangan Carl Page (ayah) dan Gloria (ibu). Larry Page adalah anak yang sangat pandai. Ia lulus dari Universitas Michigan dan Universitas Standford dengan gelar Bachelor of Science dalam teknik komputer dan Master. Mungkin kepintarannya ini diwarisi dari ibunda yang seorang profesor Ph.D. di bidang komputer Sains Universitas Michigan State University.

Biografi Sergey Brin

Sergey Brin adalah seorang keturunan Yahudi. Ia lahir di Moscow tanggal 21 Agustus 1973. Ayah (Michail Brin) dan Ibunya (Evgenia Brin) adalah seorang yang sangat berpendidikan tinggi . Keduanya ahli dibidang matematika.

Sergey Brin lahir dengan nama Sergey Michailovich Brin. Sejak kecil ia sangat menyukai matematika. Ayahnyalah yang sangat berperan menumbuhkan ketertarikannya pada matematika. Ketika Brin berusia enam tahun, ia dan keluarganya hijrah ke Amerika Serikat. Brin mengenyam pendidikan dasar di Paint Branch Montossori, Adelphi, Maryland. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Elanor Roosevelt dan kemudian berkuliah di University of Maryland dan menyabet gelar Bachelor of Science dalam jurusan Matematika dan ilmu komputer. Brin kemudian berkuliah lagi di Stanford University untuk mendalami ilmu komputernya.

Di Stanford University inilah ilmu komputernya diasah. Ia sering menulis paper tentang data minning dan pattern extraction serta mengembangkann software yang mampu mengganti tex menjadi HTML. Karena jasa Brin inilah saat ini jika kita memasukkan artikel di blog kita, kita tak usah pusing-pusing dengan HTML codenya.

Awal Mendirikan Google

Google berdiri dengan proses yang tak disengaja. Saat masih mahasiswa, Lawrance Page atau Larry Page berteman dengan Sergey Brin, namun mereka berdua sering adu mulut. Entah kenapa suatu hari ada pembicaraan yang sangat cocok yang tidak membuat mereka adu mulut lagi. Pembicaraan itu mengenai search engine atau mesin pencari. Bersama-sama dua sekawan ini kemudian menulis makalah tentang "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine" yang merupakan bibit dari Google.

Mereka kemudian berkongsi dalam suatu proyek yang diberi nama SergeyandLarry. Disetiap pertemuan mereka terus membahas itu dan menyatakannya dengan membuat program komputer untuk mencari informasi tertentu yang diberi nama BackRub. Awalnya BackRub belumlah sempurna dan masih banyak kekurangan. Kemudian suatu hari ada seorang temannya yang bersedia memberi suntikan dana sebesar 100 ribu dolar asal nama backRub diganti dengan Google. Bahkan saat itu mereka belum mendirikan Google dan tak tahu apa itu artinya Google. 

Setelah ditelisik ternyata Google berawal dari kata Googol yang diplesetkan.
Mereka terus menyempurnakan mesin pencarian mereka. Sebelumnya mereka pernah menawarkan kerjasama dengan beberapa perusahaan seperti Alta Vista namun ditolak. Walau begitu mereka tetap optimis untuk terus menjalankan Google.

Awalnya Googel hanyalah sebuah mesin pencari informasi namunkemudian Google mengakuisisi Blogger, Youtube dan mengembangkan Google Chrome serta banyak aplikasi lainnya. Saat ini Google adalah mesin pencari dengan aplikasi terlengkap. Dahulu sebelum ada Google, mencari informasi di internet diibaratkan seperti berjalan di gelapnya malam.

Awalnya yang menjadi CEO adalah Larry dan Sergey sebagai CEO bersama namun setelah Google berkembang besar, mereka mengangkat Eric E. Schdimt sebagai ketua umum dan CEO Google.

Kantor Google


Google dilahirkan dari sebuah garasi rumah milik susan Wojcicki di Menlo Park California. Saat ini Google bertempat di Googleplex di sebelah selatan San Francisco yang dilengkapi dengan kolam renang, suasana kekeluargaan, makanan gratis tiga kali sehari, lokasi perawatan bayi bagi ibu muda, serta kursi pijat elektronis pun tersedia.
Kantor Google sangatlah santai, mereka tidak harus memakai baju berdasi dengan celana kain akan tetapi para karyawan bebas hanya memakai kaos dengan celana Jeans. Kita akan sangat jarang melihat orang yang ada di kantor Google menggunakan pakain jas resmi, kecuai sebagian tamu yang datang ke kantor Google. Ini semua ditujukan untuk mewujudkan suasana kerja yang santai tapi serius sehingga para karyawan bisa kerja dengan fresh sehingga dapat memberikan inovatif dan daya fakir yang kreatif terhadap perkembangan Google. Tak heran jika kemudian Majalah Fortune menjulukinya sebagai kantor terbaik di AS pada tahun 2007.

Saat ini Larry Page dan Sergey Brin termasuk 30 orang terkaya di dunia.

Perseteruan Dengan Microsoft

Sudah bukan rahasia lagi saat ini Google tengah berseteru dengan Microsoft. Bahkan Microsoft menerapkan berbagai cara untuk “menjatuhkan” Google. Salah satunya adalah rencana Microsoft untuk mengakuisisi Yahoo, pesaing Google dibidang search engine. Namun hal itu sampai sekarang tak terwujud. Padahal kalau dipikir-pikir Microsoft itukan perusahaan yang sudah 25 tahun lebih menjadi raksasa di bidang komputer, kok juga keder sama Google yang baru seumur jagung. Ini berarti Google bukanlah “anak kecil sembarangan” dan tak bisa diremehkan begitu saja, menurut Microsoft.

sumber :
https://www.google.co.id/

cerita Sukses Larry Ellison, Pendiri Oracle yang Tidak Lulus Kuliah


Larry Ellison adalah tokoh di bidang teknologi yang terkenal. Beliau adalah pimpinan sekaligus pendiri Oracle, perusahaan piranti lunak ternama di dunia. Beliau kini termasuk salah satu tokoh teknologi yang memiliki kekayaan yang luar biasa. Padahal dulunya, beliau adalah seorang yang berasal dari keluarga sederhana. Pencapaiannya hingga kini adalah buah perjuangan yang cukup luar biasa. Bisa dibilang, perjuangannya menjadi seperti sekarang mirip dengan kisah Steve Jobs, Bill Gates, maupun Mark Zuckerberg. Kesamaan itu adalah bahwa beliau tidak lulus kuliah. Lalu seperti apa kisah lengkap tokoh yang satu ini? Simak catatan kisahnya berikut ini. 

Masa Kecil 
Larry Ellison dilahirkan di Amerika pada 17 Agustus 1944. Masa kecil Larry boleh dibilang tidak begitu menyenangkan. Sejak usia 9 bulan, Larry Ellison telah divonis pneumonia atau radang paru-paru. Karena keadaannya inilah, ia kemudian diadopsi oleh paman dan bibinya yang berdomisili di Chicago. Bersama kedua orang tua angkat inilah, Larry Ellison menjalani masa kecilnya. Kehidupan mereka cukup tenteram. 
Larry Ellison kemudian masuk sekolah tingkat dasar di Eugene Field Elementary School. Ia kemudian melanjutkan sekolah ke Sullivan High School dan pindah ke South Shore. Selama di sekolah, Larry dikenal sebagai murid pintar dan cerdas. Nilainya cukup bagus, apalagi nilai matematikanya. Sayangnya, Larry yang dikenal cerdas dan aktif mulai berubah tingkah setelah mengetahui bahwa kedua orang tua yang mengasuhnya ini bukan orang tua kandungnya. 
Sikapnya yang berubah tidak berpengaruh pada prestasinya di sekolah. Ia lulus dengan baik dan melanjutkan pendidikan ke Fakultas Fisika Universitas Illinois, Urbana-Champaign. Sayangnya, ia harus berhenti kuliah karena ibu angkatnya yang selama ini membiayai beliau meninggal dunia. Ia pun kemudian mencari kerja serabutan untuk bertahan hidup bersama sang ayah.
Larry Ellison kembali mencicipi kuliah di Universitas Chichago. Namun, lagi-lagi ia tidak bertahan lama. Gara-gara masalah biaya, ia pun hanya bertahan selama enam bulan di  kampus ini. 

Awal Karir 
Karena termotivasi untuk terus hidup, Larry Ellison kemudian mengikuti kursus komputer. Dengan modal kursus, ia pun melamar ke berbagai perusahaan. Sayangnya, banyak perusahaan yang ia lamar tidak membuahkan hasil. Tapi usahanya tidak sia-sia. Larry akhirnya diterima di perusahaan Investasi Fireman’s Fund sebagai teknisi Komputer. Di tempat ini, Larry sering memperbaiki perangkat keras yang sering rusak. Ia juga menangani berbagai masalah terkait perangkat lunak. Karirnya di perusahaan inilah yang kemudian membawa beliau sampai sekarang. 
Larry kemudian memutuskan pindah kerja ke Bank Wells Fargo. Di tempat ini masih menjadi seorang teknisi. Di tempat inilah Larry dikenal sebagai pegawai yang cekatan. Sayangnya, ia jarang mendapatkan penghargaan. Ia pun kemudian pindah kerja ke Ampex sebagai seorang Programmer. 
Di Ampex, Larry Ellison menemukan sebuah tulisan tentang teori Database relasional yang ditulis oleh Edgar F. Codd. Karena tulisan itu, ia menemukan ide untuk membangun sebuah bisnis yang mengusung konsep “Structured Query Language”, seperti apa yang ditulis oleh Edgar F. Codd. Ia pun mengaplikasikan konsep yang kemudian dikenal sebagai SQL tersebut ke dalam Sistem Database Server. Ia menamakan proyek ini dengan nama Oracle. 

Membangun Perusahaan Oracle
Proyek Oracle yang digagas oleh Larry Ellison kemudia berlanjut dengan beridirinya perusahaan Software Development Labs. Perusahaan ini didirikan oleh Larry Ellison, teman Larry, Ed Qates dan juga bos Larry di Ampez yakni Robert Miner. Dengan modal US$ 2.000, perusahaan yang kemudian berubah lagi menjadi Oracle ini mendapatkan klien pertamanya yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, klien perusahaan Oracle adalah Dinas Intelijen Amerika Serikat, CIA. Setelah CIA, Oracle pun menangani badan atau perusahaan lainnya, termasuk Wright Patterson Air Force Base dan  IBM.

Produk Oracle
Pada perkembangannya Oracle membuat banyak produk-produk berbasis Non Database-Server. Tahun 1990-an, perusahaan ini mengeluarkan produk berupa Application Server (Web DB, OAS), Development Tool (Oracle Developer, Oracle Designer), dan Application Suite (Oracle Apps). Perusahaan ini menjadi terkenal. Meskipun sempat mencicipi masalah finansial, perusahaan ini tetap bertahan. Hal ini tentu berkat tangan dingin pimpinan Oracle yakni Larry Ellison. Oracle pun kemudian menguasai pasar Database Relasional.
Berkat usaha dan kegigihannya, Oracle pun kemudian dikenal sebagai perusahaan perangkat lunak kedua terbesar setelah Microsoft. Tentunya hal ini berimbas pada kekayaan Larry Ellison. Berdasarkan data pada tahun2010, Larry diperkirakan memiliki kekayaan hingga US$ 36 miliar. Tentu pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dari seorang anak yang dulunya hanya seorang anak dari keluarga biasa saja.

sumber 
http://www.plimbi.com/
http://assets.nydailynews.com